• MTsN 2 KEDIRI

Kontak Kami


MTsN 2 KEDIRI (MTsN KANIGORO)

NPSN : 20581134

Jl. Raya Kanigoro Kras Kab. Kediri Kode Pos 64172


[email protected]

TLP : 0354-411809


          

ISLAM AGAMA YANG KAFFAH BERAMAL SHOLIH BUTUH FIGUR SEBAGAI USWATUN HASANAH




Islam adalah agama yang Transendental ( segala amal perbuatan selalu dikaitkan dan disandarkan kepada Allah Sang Khaliq dan Tuhan seluruh Alam. Makan ,minum, berdiri, duduk, tidur, bekerja, belajar, berusaha, atau bahkan hanya sekedar buang air kecil saja, semua mesti disandarkan kepada Allah Swt. Jika itu sudah kita sadari sepenuhnya, maka tak ada satu aktifitas dan gerakan dari tubuh kita yang sia-sia dan tidak bermanfaat untuk kita. Kesadaran itu menjadi amat penting, sehingga dalam setiap langkah dan perbuatan kita tak lupa kita akan memulainya dengan menyebut nama-Nya, dan lebih utama jika kita berdo’a kepada-Nya.

 

Dalam menjalankan Agama, yang pertama adalah Ilmu, beramal tanpa ilmu akan sia-sia, maka dari itu Ilmu adalah kunci awal manjalankan agama. Hadist nabi menyebutkan, beramal tanpa ilmu maka amalnya tertolak dan tidak diterima   العمل بلا علم فهو مردودة لا تقبل.   Akan tetapi Ilmu saja tidak cukup, tetapi harus diamalkan, ilmu yang tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah  العلم بلا عمل كا الشجر بلا ثمر   . Sedangkan beramal membutuhkan figur sebagai Uswatun Hasanah (teladan).

 

Ada Ungkapan Arab : الحال أفصح من لسان المقال لسان, bahwa memberi contoh melalui perbuatan dan tindakan akan lebih mudah ditangkap, dimengerti dan diikuti dari hanya sekedar berbicara. Mudah saja sebenarnya bagi kita untuk membuktikannya, coba saja beri aba-aba kepada orang lain untuk mengikuti gerakan kita, maka semua gerakan yang kita contohkan pasti akan diikutinya, walaupun gerakan kita salah dan tidak sesuai dengan perintahnya, semisal kita pegang kening kita padahal kita memberi  perintah pegang hidungnya, maka bisa dipastikan kebanyakan dari mereka akan mengikuti gerakan kita dengan yakin dan tak ragu sedikitpun juga, akan tetapi barulah mereka menyadarinya setelah kita beri penjelasannya.

 

Tantangan besar bagi umat Islam adalah, Islam telah meluas dan menyebar kemana-mana, Islam telah mengglobal, bukan milik orang tertentu, bukan milik daerah tertentu, atau bukan hanya milik orang arab saja, tetapi sudah menjadi milik siapa saja dan dimanapun berada. Salah satu masalah terbesar Umat Islam adalah adanya krisis akhlak  generasi Islam dimana-mana. Rusaknya moral ummat tidak terlepas dari upaya jahat dari pihak luar ummat yang dengan sengaja menebarkan berbagai penyakit moral dan konsepsi (teori, pemahaman dan pengetahuan ) agar ummat loyo dan berikutnya tumbang. Hampir semua sektor kehidupan ummat mengalami krisis akhlak. Para ulama`nya mengalami kemerosotan moral sehingga tidak lagi berjuang untuk kepentingan ummat, tetapi hanya kepentingan sesaat; mendukung status quo (Kekuasaan). Para pengusaha, hartawan dan orang-orang kaya melarikan diri dari tanggung jawab zakat, infaq dan sedekah, sehingga kedermawanan menjadi macet dan tidak jarang berinteraksi (bersentuhan, bersinggungan atau bahkan berbaur) dengan sistem ribawi serta tidak mempedulikan lagi cara kerja yang haram atau halal. Para siswa dan pelajar terlibat banyak kasus pertikaian, narkoba dan kenakalan remaja lainnya.

Kaum wanita muslimah terseret jauh kepada peradaban Barat dengan slogan kebebasan dan emansipasi yang berakibat kepada rusaknya moral mereka, maka tak jarang mereka menjadi sasaran manusia berhidung belang dan tak jarang dijadikan komoditi murahan . Dan berbagai macam lapisan masyarakat muslim termasuk persoalan kaum miskin yang kurang sabar sehingga menjadi obyek garapan pihak lain yang pada ahirnya murtad dan keluar dari agamanya.

Padahal nilai suatu bangsa sangat tergantung dari kualitas akhlak-nya seperti dikemukakan penyair Mesir Syauki Bik, "Suatu bangsa sangat ditentukan kualitas akhlak-nya, jika akhlak sudah rusak hancurlah bangsa tersebut."

 

Jadi Islam adalah agama yang sempurna dan mulia, akan tetapi terjadi krisis akhlak dikalangan umatnya. Maka sudah semestinya kita kembali kapada Al-Qur’an, sumber ajaran Islam yang sempurna, dan manjadikan nabi Muhamad sebagai satu—satunya teladan dan panutan dalam prilaku kita. Budaya barat merupakan budaya duniawi yang menyeleweng kearah keadaan lupa diri. Sebagaimana kritik mahatma ghandhi dalam bukunya My religion, barat mampu mencapai prestasi hebat, tetapi tidak mampu merenungkan dirinya, ini adalah tanda kegemilangan palsu.

 

Tentunya ummat Islam tidak akan jaya kalau melepaskan ajaran Islam dalam kehidupan mereka. Maka, mereka harus kembali menghidupkan Islam sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya, Imam Malik pernah meriwayatkan : Artinya "Tidaklah akan jaya akhir dari ummat ini melainkan berpegang dengan apa yang dipegang generasi pertama".

Kita harus kembali menghidupkan masjid sebagai pusat kegiatan ummat Islam. Memperkuat daya tahan rumah tangga dari ancaman dekadensi (kemerosotan) moral termasuk film-film yang bobrok,video-vidio yang seronok, internet yang tak terkendali serta berbagai sarana teknologi masa kini yang menjadi biang keladi terjadinya krisis akhlak remaja masa kini, menjaga disiplin dan keamanan sekolah serta memberikan lingkungan materi agama yang cukup serta menjaga daya tahan lingkungan masyarakat dari berbagai arus perusakan dan penyesatan, sekaligus mengaktifkan berbagai elemen  untuk membentengi masyarakat dari berbagai bentuk kemaksiatan. Islam adalah agama yang sempurna dan menyeluruh (Kaffah)meliputi semua aspek kehidupan manusia, efektifitas amal ibadah dalam beragama akan lebih mudah dan maksimal jika ada keteladanan, maka dari itu tidak ada kata yang lebih tepat selain Uswatun  Hasanah atau keteladanan yang baik  bagi siapa saja yang menjadi pemimpin, baik dalam skala kecil maupun skala yang lebih besar, menjadikan Al-Qur’an dan Nabi Muhamad Saw. Sebagai panutan, akan menjadi modal  yang besar dalam menyikapi dan menjadi solusi mengatasi krisis moral yang melanda umat.  Wallahu a’lam,(Oleh,Ustadz Imam Mahmudi,M.Pd.)

 



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :





   Kembali ke Atas